Mercedes-Benz Tengah Bersiap Beralih ke Elektrifikasi

  • Share
21C0371_003

Adalah Mercedes-Benz yang sedang mempersiapkan diri untuk beralih ke elektrifikasi penuh pada akhir dekade dimana kondisi pasar memungkinkan. Bergeser dari electric-first menuju electric-only, perusahaan mobil mewah terkemuka di dunia ini mempercepat visinya menuju masa depan yang bebas emisi dan didorong dengan perangkat lunak.

banner 325x300

Pada tahun 2022, Mercedes-Benz akan memiliki kendaraan listrik baterai (BEV) di seluruh segmen perusahaan. Dimulai dari tahun 2025 dan seterusnya, seluruh arsitektur kendaraan yang baru diluncurkan ini hanya akan menggunakan elektrifikasi penuh dan para pelanggan akan dapat memilih alternatif tipe all-electric pada setiap model yang dibuat perusahaan. Mercedes-Benz berencana untuk mengelola transformasi yang dipercepat ini sambil tetap berpegang pada target profitabilitasnya.

“Pergeseran kendaraan listrik (EV) semakin cepat, khususnya di segmen luxury yang dimiliki Mercedes-Benz. Titik kritisnya semakin dekat dan kami akan siap karena pasar beralih ke elektrifikasi penuh pada akhir dekade ini,” ungkap Ola Källenius, CEO Daimler AG dan Mercedes-Benz AG.

“Langkah ini menandakan relokasi modal secara mendalam. Dengan mengelola transformasi yang lebih cepat ini sambil menjaga target profitabilitas, kami akan memastikan kesuksesan abadi Mercedes-Benz. Berkat tenaga kerja kami yang sangat berkualitas dan termotivasi, saya yakin kami akan sukses di era baru yang menarik ini.”

Untuk memfasilitasi pergantian ini, Mercedes-Benz sekarang sedang mempersiapkan rencana komprehensif yang mencakup percepatan R&D secara siginifikan. Secara total, investasi ke dalam baterai kendaraan listrik antara 2022 dan 2030 akan berjumlah lebih €40 milyar. Percepatan dan kemajuan rencana portofolio kendaraan listrik (EV) akan memajukan titik kritis untuk adopsi EV.

 Rencana Teknologi

Arsitektur: Pada tahun 2025 mendatang, Mercedes-Benz akan meluncurkan tiga arsitektur elektrifikasi penuh:

  •  MB.EA akan mencakup semua mobil penumpang ukuran sedang hingga besar, membangun sebagai sistem modular yang dapat diskalakan sebagai tulang punggung listrik untuk masa depan portofolio EV.
  • AMG.EA akan menjadi platform kendaraan listrik kinerja khusus yang menangani teknologi dan pelanggan Mercedes-AMG yang berorientasi pada performa.
  • VAN.EA akan membawa pada era baru untuk kebutuhan khusus van listrik dan Kendaraan Komersial Ringan (LCV), yang akan berkontribusi pada transportasi dan kota yang bebas emisi di masa depan.

Setelah menata ulang kegiatan powertrain untuk menempatkan perencanaan, pengembangan, pembelian dan produksi di bawah satu atap, Mercedes-Benz akan memperdalam tingkat integrasi vertikal dalam manufaktur dan pengembangan, serta insource pada teknologi penggerak listrik. Langkah ini termasuk akuisisi perusahaan motor listrik YASA yang berbasis di Inggris.

Dengan kesepakatan ini, Mercedes-Benz memperoleh akses axial flux technology dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan generasi ultra-high performance motor berikutnya. Motor listrik internal, seperti eATS 2.0, adalah bagian penting dari strategi dengan fokus yang jelas pada efisiensi dan biaya dari keseluruhan sistem, termasuk inverter dan perangkat lunak.

Di sisi lain, Tiongkok merupakan pasar kendaraan energi baru (NEV) terbesar di dunia, yang merupakan rumah bagi ratusan perusahaan dan pemasok yang berspesialisasi dalam komponen EV dan teknologi perangkat lunak, diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam mempercepat strategi elektrifikasi Mercedes-Benz.

Mercedes-Benz akan membutuhkan kapasitas baterai lebih dari 200 Gigawatt hours dan berencana untuk mendirikan delapan Gigafactories untuk memproduksi sel, bersama dengan mitra Mercedes-Benz di seluruh dunia. Ini merupakan tambahan dari jaringan sembilan pabrik yang sudah direncanakan dan didedikasikan untuk membangun sistem baterai. Baterai generasi berikutnya akan sangat terstandarisasi dan cocok untuk digunakan di lebih dari 90% mobil dan van Mercedes-Benz sekaligus cukup fleksibel untuk menawarkan solusi individual kepada semua pelanggan.

Berkenaan dengan manufaktur sel, Mercedes-Benz bermaksud untuk bekerja sama dengan mitra Eropa baru untuk mengembangkan dan memproduksi sel dan modul masa depan secara efisien, sebuah langkah yang memastikan bahwa Eropa tetap menjadi jantung industri otomotif bahkan di era listrik.

Dengan generasi baterai berikutnya, Mercedes-Benz akan bekerja dengan mitra seperti SilaNano untuk lebih meningkatkan kepadatan energi dengan menggunakan komposit silikon-karbon di anoda. Ini akan memungkinkan jangkauan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan waktu pengisian yang lebih singkat. Dalam hal teknologi solid-state, Mercedes-Benz sedang dalam pembicaraan dengan mitra untuk mengembangkan baterai dengan kepadatan energi dan tingkat keamanan yang lebih tinggi.

banner 325x300
Hosting Unlimited Indonesia
  • Share
Cloud Hosting Indonesia