Ikon Michelin Ternyata Sudah Lebih dari 100 Tahun

  • Share

Bibendum (Bib) atau yang dikenal luas sebagai “Michelin Man” atau “Manusia Michelin” sebagai ikon dari produk Michelin telah malang melintang selama 123 tahun. Lahir di tangan seorang seniman Perancis bernama Marius Rosillon (O’Galop) dan telah menjadi wajah kesayangan merek Michelin sejak tahun 1898.

banner 325x300

“Tahun ini ulang tahun Bibendum diperingati dengan sederhana karena kita semua sedang dalam kondisi pandemi. Bibendum telah melewati sejarah panjang selama 123 tahun di seluruh dunia dan telah berevolusi hingga menjadi bentuknya yang sekarang. Sebagai sebuah brand, Bibendum adalah salah satu aset yang sangat kuat untuk Michelin dapat mempromosikan kegiatan dan layananya,” kata Steven Vette, Presiden Direktur Michelin Indonesia.

Bibendum yang diilustrasikan seperti orang yang terdiri dari tumpukan ban putih, lahir dari imajinasi sang pendiri perusahaan, Édouard dan André Michelin. Kedua bersaudara yang sedang berada di sebuah pameran internasional di Lyon pada tahun 1894, melihat tumpukan ban sepeda di depan stand mereka. Seakan melihat siluet seorang pria dari tumpukan ban, keduanya berkata: “Jika diberikan kaki dan tangan, tumpukan ban akan terlihat seperti manusia.”

Tahun 1898 Édouard dan André Michelin kemudian meminta bantuan ilustrator Marius Rossillon, yang akrab dikenal sebagai O’Galop, untuk menghidupkan imajinasi mereka. Terinspirasi oleh salah satu gambar iklan yang menampilkan seorang pria gemuk mengangkat gelas bir, O’Galop mengganti objek peminum bir tersebut menjadi seorang pria yang terbuat dari ban. Gelas bir turut diganti menjadi piala berisi paku dan pecahan kaca untuk menunjukkan bahwa kedua benda tersebut bukanlah penghalang atau lawan dari ban Michelin. Hasilnya, Bibendum terlihat menyerupai sosok seperti mumi mengangkat gelas yang dalam iklannya turut diikuti kalimat “Nunc est bibendum!” (“Sudah waktunya untuk minum” dalam bahasa Latin).

Pada awal tahun 1900-an, Bibendum pernah digambarkan membantu sebuah keluarga dengan ban kempes dengan menyumbangkan ban terbesar yang diambil dari bagian tengah badannya sendiri, dimana hal tersebut membuat badannya bolong dan menampilkan langit biru.

Di Indonesia, Anda bisa melihat Bibendum pada setiap produk ban Michelin.  Jika Anda berkesempatan berkunjung ke toko ban partner Michelin di berbagai kota di Indonesia, Anda juga bisa melihat replikasi Bibendum yang juga kerap muncul dalam berbagai kegiatan Michelin, termasuk ‘nampang’ di bermacam cinderamata.

banner 325x300
Hosting Unlimited Indonesia
  • Share
Cloud Hosting Indonesia